Tampilkan postingan dengan label tk. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tk. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 November 2018

DR. Syaikh Muhammad Faruq Palestina kunjungan Dakwah ke Indonesia - Coba test

DR. Syaikh Muhammad Faruq merupakan pejuang Palestina yang dalam kunjungan Dakwahnya ke Indonesia, singgah di Pondok Pesantren Terpadu Al-Multazam. Tamu kehormatan ini memberikan wejangan edukasi yang banyak baik untuk para santri maupun mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an Al-Multazam.

Setelah sebelumnya mengadakan stadium general dan pemberian sanad Surat Al-Fatihah untuk puluhan Mahasiswa STIQ Al-Multazam, beliau menjadi imam shalat jumat. Banyak diantara para santri dan asatidz yang terbawa khusu’ dengan bacaannya yang menyentuh.


Surat yang dibaca merupakan surat yang disunnahkan Nabi Saw yaitu Surat Al-A’la dan Al-Ghasyiyah dengan lagam beliau yang khas. Salah satu mahasiswa mengaku lebih khusu’ shalat jumat karena sang imam membaca dengan keimanan yang penuh kepada Allah Swt

“Iya khusu’ banget, mungkin karena beliau seorang pejuang Islam dari Palestina, yang kita tahu kalua mereka itu imannya luar biasa besar.” Tutur salah seorang mahasiswa

DR. Syaikh Muhammad Faruq
DR. Syaikh Muhammad Faruq

Doa ba’da shalat yang membuat puluhan santri menangis menjadi sorotan kami juga, bagaimana tidak ? bisa dibayangkan bahwa yang berdoa adalah orang yang terdzalimi dan meminta haknya atas kemerdekaan Palestina, namun bukan kepada manusia, melainkan kepada Allah Swt, Tuhan Semesta alam.

Memang harus kita sadari, bahwa Palestina itu bukan hanya milik Warga Palestina, tapi juga Muslim seluruh dunia. Rasa memiliki yang ada pada jiwa kaum Muslimin lambat laun akan membuahkan hasil, karena tak henti-hentinya para pejuang dari Palestina yang berkunjung ke Indonesia selalu berdoa kepada Allah Swt, bahwasanya yang akan membebaskan Negeri Palestina adalah Indonesia.

Ummat Islam di Indonesia pun kini tengah bangkit setelah beberapa kali diuji oleh Allah Swt, melalui penista agama lahirlah Aksi Damai 212 dan melalui pembakaran bendera Tauhid lahirlah Aksi Bela Tauhid. Semua itu ternyata menyatukan semua Ummat Islam di Indonesia, lintas ormas, lintas suku, lintas budaya, asalkan satu tauhid maka kita adalah satu kesatuan.

Ada 5 faktor kemunduran Ummat Islam pasca keruntuhan Kekhalifahan Utsmani, salah satunya Ummat Islam meninggalkan 2 pedoman hidupnya, yaitu Al-Qur’an dan Sunnah Nabi Saw. Hal ini disampaikan pula oleh Ust. Ardi utusan dari KNRP Kuningan pada saat menjadi Khatib Jumat (9/11) di Ponpes Terpadu Al-Multazam.

“Ada 5 faktor kemunduran Ummat Islam dari Internal, salah satunya yaitu Ummat Islam meninggalkan Al-Qur’an dan Sunnah Nabi Saw.” Tuturnya dalam khutbah pertama

Oleh karena itu, Ponpes Terpadu Al-Multazam sebagaimana disampaikan oleh Pimpinan Pondok, KH. Adin Nurhaedin, Lc., bahwa Al-Qur’an akan dijadikan sebagai landasan kurikulum pembelajaran, baik di kelas maupun di lingkungan pesantren dalam bingkai Visi “Qur’ani, Akhlak Mulia, Prestasi dan Terampil Berbahasa.” (YY)

Test Post pertama untuk coba saja

Sebanyak 75 siswa SDIT Al-Multazam mengikuti kegiatan khataman dan imtihan juz 30 dengan metode ummi di Lapangan serbaguna SDIT Al-Multazam. Kegiatan tersebut merupakan bentuk apresiasi pihak sekolah kepada para siswanya yang telah berprestasi dengan berjuang menyelesaikan ujian tahfidz dan tahsin juz 30 yang digelar pada bulan desember lalu oleh tim Ummi Foundation Surabaya dan Daerah.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut H. Asep Saputra, selaku pengawas Yayasan, H. Maman Kurman, SH., selaku Ketua Pembina YPI Al-Multazam HK., KH. Abdul Rosyid, Lc.,M.Ag., selaku Ketua YPI Al-Multazam HK, KH. Adin Nurhaedin, Lc., selaku Mudirul Ma’had Al-Multazam, KH. Dul Ahmad Bachtiar, Lc.,M.Pd.I., H. Didik Wiranto, SP., M.Pd., selaku Sekretaris Yayasan, Ust. Udin Saprudin, S.Pd., selaku Kepala SDIT Al-Multazam, Ust. Jajang Aisyul Muzakki, selaku pengurus Ponpes Husnul Khotimah, dan Ust. Gojin Abdul Rohman ,S.Pd.I.,Ust. Iswahyudi, S.S, selaku perwakilan dari Ummi Foundation.

Kepala SDIT Al-Multazam, Ust. Udin Saprudin, S.Pd., mengutarakan syukur atas segala limpahan nikmat Allah Swt, yang pada hari ini sebanyak 75 anak akan diwisuda atas prestasi mereka menyelesaikan imtihan juz 30 metode ummi, beliau berharap semoga 75 anak ini dan anak yang lain menjadi anak yang shalih dan bisa membahagiakan orang tuanya di dunia dan di akhirat.

“Jadilah kalian anak yang shalih nak, teruslah menghapal Al-Qur’an, jangan berhenti, agar bisa membahagiakan orang tuamu di Dunia juga di Akhirat, kami turut bangga dan bahagia atas segala usaha kalian.” Tutur Ust. Udin Saprudin sambil meneteskan air mata

Selanjutnya Ust. Iswahyudi perwakilan dari Ummi Foundation memberikan motivasi luar biasa kepada para siswa, agar terus menjadi ahlullah, yakni para penghafal Qur’an dengan menghafal dan mengamalkannya.

“Anak-anak yang di atas panggung ini telah lulus ujian pada bulan desember 2017 lalu oleh tim Penguji dari Ummi Foundation Surabaya dan Daerah, dimana kategori ujiannya berupa Tahfidz, Tahsin, dan Tartil, dan penguji tidak boleh dari dalam harus dari Ummi Foundation” Ujar Ust. Iswahyudi sesaat sebelum menguji anak-anak di atas panggung.

Kemudian Ibu Nurhalimah Ibunda dari Aghniya mengucapkan banyak terima kasih kepada Lembaga karena telah mendidik putra-putri dengan baik, beliau juga sangat mengapresiasi kegiatan khataman dan imtihan ini dan beliau berharap semoga tahun depan pesertanya bisa lebih banyak lagi dan lebih baik lagi.

“Ketahuilah anak-anakku, bahwasanya khataman ini bukan akhir dari segalanya akan tetapi awal dari kehidupan ini, semoga kalian bisa menjadi asbab Allah Swt menurunkan syafaat buat kami di akhir kelak.”, Sambut Ibu Nurhalimah menggebu-gebu

KH. Abdul Rosyid, Lc., M.Ag., selaku Ketua YPI Al-Multazam HK, turut mengucapkan syukur atas segala nikmat Allah Swt, semoga kegiatan hari ini menjadi asbab turunya keberkahan dari Allah Swt. Beliau sangat bahagia atas terselenggaranya kegiatan ini untuk pertama kali, dan mengucapkan terima kasih kepada Ummi Foundation yang berpusat di Surabaya.

“Dari hasil evaluasi, maka kami sepakat untuk melanjutkan kerjasama ini dengan Ummi Foundation, bahkan akan kita mulai dari sekolah PAUD atau TK-RA. Oleh Karena itu harapannya semoga kedepan metode ini bisa dimuali sejak kelas 1 sampai kelas 3, sehingga kelas 4 sampai kelas 6 sudah fokus hafalan, dan kami lihat kemampuan mereka sudah luar biasa namun sebagaimana telah disampaikan kita tidak boleh berpuas diri, harus kita tingkatkan kembali.” Tutur KH. Abdul Rosyid, Lc.,M.Ag., dalam sambutannya

Demikian laporan ini kami sampaikan, Yudi Yudistira dan Crew yang bertugas, MediaAM-Melaporkan